Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL TNS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL TNS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2013

TEAM BUILDING BERBASIS PSIKOLOGI DAN HUKUM




Baru-baru ini saya bertemu dengan seorang  pemilik perusahaan.  Beliau bercerita panjang lebar tentang kesuksesannya mengelola perusahaan selama 22 tahun tanpa pernah ada karyawan yang mengadi ke Dinas Tenaga Kerja.

“Kalau ada karyawan yang tidak baik, saya panggil.  Saya ajak bicara baik-baik.  Lalu dia mengundurkan diri.  Saya tidak pernah memberikan pesangon sesuai undang-undang.  Dan tidak ada yang menggugat saya.” Kata beliau.

Karena perbincangan  ini bukan dalam rangka berdebat, saya menyimak perkataan beliau baik-baik.

Memimpin sebuah perusahaan dengan pendekatan kekeluargaan memang baik, karena kekeluargaan adalah cirri khas masyarakat kita.  Namun apabila hal itu bertujuan supaya karyawan sungkan sehingga tidak menuntut haknya sesuai undang-undang, jadinya kurang  tepat juga”.

Memang tidak berarti para pemimpin atau pengelola perusahaan harus punya gelar akademis manajemen sekaligus psikologi dan hokum.  Tetapi ketika perusahaan ingin merekrut karyawan yang baik, ingin mempertahankan karyawan yang baik,  penerapan ketiga bidang ilmu tersebut sudah selayaknya dilakukan secara menyeluruh.  Peranan manajemen dalam memimpin dan mengelola perusahaan sudah secara luas dipahami. Kini, juga harus dilengkapi dengan psikologi dan hukum.

Sumber :  LIFESTYLE  - Edisi 86 – Desember 2012



===== Kaya Gambar, Kaya Makna, Kaya Berita =====

tulisan oleh Ir. Constantinus, MM.
 

Editor oleh Tim Media 1 Visi.


Sabtu, 10 November 2012

SETAHU



SETAHU (Sekarang Aku Tahu)

"KOMPETENSI KERJA"


Sekarang ini istilah "kompetensi" semakin sering diucapkan orang. Beberapa hari yang lalu, seorang teman yang bekerja sebagai wartawan bercerita kepada saya bahwa dia baru saja lulus Uji Kompetensi Wartawan - Tingkat Muda. Seorang wartawan yang lebih senior juga baru saja lulus Uji Kompetensi Wartawan - Tingkat Madya.

Sebenarnya, apa itu Uji Kompetensi ?

Masyarakat memang masih banyak yang salah mengartikan bahwa Uji Kompetensi adalah Uji Pengetahuan dalam bidang pekerjaan tertentu.

Sebenarnya tidak demikian. Uji Kompetensi tidak sekedar Uji Pengetahuan saja. Uji Kompetensi juga meliputi Uji Ketrampilan dan Uji Sikap / Perilaku.

Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia sebagai badan / lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang telah menetapkan bahwa yang dimaksud dengan "Kompetensi" adalah meliputi "keseluruhan" unsur "Pengetahuan", "Ketrampilan", dan "Sikap / Perilaku di Tempat Kerja".

Dengan demikian, seseorang yang memiliki "Pengetahuan Manajerial" yang sangat baik tetapi "Sikap / Perilaku"-nya di tempat kerja tidak selayaknya sebagai seorang Manajer (misalnya : Kalau berbicara selalu membuat lawan bicara menjadi sakit hati), tentu saja tidak dapat dikatakan bahwa dia itu sudah "Kompeten". Meskipun, sekali lagi, "Pengetahuan"-nya begitu hebat.



Keterangan Foto :
Menyediakan minum tampaknya sepele saja. Tetapi orang yang kompeten akan selalu menyajikan gelas minum dengan pegangan gelas di dekat tangan kanan orang yang akan meminumnya. Menyajikan gelas minum tanpa memperhatikan letak pegangan gelas menunjukkan bahwa orang yang menyajikan tidak kompeten.

Jadi, sudahkah kita "Kompeten" di bidang pekerjaan /jabatan kita masing-masing ?



 ===== Kaya Gambar, Kaya Makna, Kaya Berita =====


Oleh : Ir. Constantinus, MM
(Mantan Asesor Uji Kompetensi - Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Praktisi Psikologi Industri)

Editor team media1visi