Tampilkan postingan dengan label CERPEN ALA FRN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERPEN ALA FRN. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Maret 2013

LOLIPOP Another Memory of Refa




Malam ini, semarang  tidak seperti biasanya.  Udara di kamar kosan ku seakan cukup membuat ku memuai.  Apalagi  ditambah, perasaan ku yang tidak menentu..

Setelah ku selesaikan membaca kitab suci, ku tutup dan ku simpan kembali ke dalam lemari.  Di perantauan ini , jauh dari Umi dan Abi, apa lagi yang  bisa  ku  lakukan, kecuali memohon perlindungan pada tuhan yang satu.

Entah mengapa, malam ini terasa lain bagi ku.  Hati ini, sepertinya tidak tenang…  Untuk sedikit mencari angin segar  ku putuskan  keluar dari kamarku menuju teras di lantai dua kosan ku, walau sempat ku lihat jam dinding  menunjukan angka  11.55 PM … seharusnya aku sudah tidur nyenyak.

Tidak salah aku berada di teras lantai dua ini, udara disini lebih dingin dan segar.  Kulihat langit begitu cerah, bintang pun bertebaran semakin menambah indahnya.

“Bip…Bip….Bip….Bip…..” tiba-tiba  Alarm Hp ku berbunyi dengan kerasnya, mengejutkan kesunyian hati ini.  Segera ku rogoh saku celanaku untuk memeriksa Hp ku.

Dan, ntah kenapa.. aku tidak bisa mematikan  bunyi  alarm di hp ku ini…. Jariku seakan  kaku… dan aku hanya bisa duduk terdiam….. saat aku baca tulisan yang muncul di layar Hp ku sebagai reminder …
“11 Maret Ulang Tahun Refa”

---00O00---

“Pradu.. banguuuunnn…. ni anak…   katanya minta dibangunin…” terdengar  suara berisik di luar kamarku pasti itu Chrisna.

“Praduuuuu… bangun….” Teriaknya lagi sambil memukul pintu.

“ia… iya…. Ku udah bangun nie” sambil mengucek-ngucek mata, dan bangkit segera membuka pintu kamar.

“gimana sih loe, katanya minta dibangunin.. mau buat kejutan….. jam berapa nieeee”  bentak Chrisna sambil  menunjuk jam dinding.

“Oh my Bird… aku lupa na…. siapin motor yah,… aku ambil kue nya….” Teriak aku, sambil segera bergegas menuju ruang tengah untuk  mengambil  kue yang tadi sore sudah aku beli.

“dasar.. yang butuh siapa… yang repot siapa…..” celetuk Chrisna, sambil bergegas mengeluarkan motor dari garasi.

Setelah semuanya siap, aku dibonceng Chrisna  segera meluncur meninggalkan kosan ku…

yah… untunglah aku mempunyai teman sebaik  dia.. yang siap sedia membantuku.  Kami  berkenalan saat OSPEK  2004 dia terlihat culun dengan baju putih dan caping di kepalanya… korban para senioritas.

---00O00--


Hanya Lima belas menit saja, kami sudah sampai di tempat tujuan.

“Pradu… yang mana rumah nya… kita dah sampai di perumahan  Banjarsari…” tanya Chrisna dengan suara pelan.

“m..m… kata si intan sih nomor  3B” jawabku dengan ragu

“tuh.. kalo yang 3B itu, yang di cat hijau” kata Chrisna sambil memberhentikan motor.

“ya udah ..Na… loe disini aja, jangan ikut… Ntar gua  sendiri yang bawa kue ini…” bisik aku ke Chrisna sambil bergegas meninggalkan Chrisna yang bengong.

“serius loe…  ga perlu bantuan gua??”  jawab dia, sambil membuka helm.

“tenang aja…. Oke…”  sambil ku mengedipkan mata…

Sesampainya di  depan rumah bercat hijau.  Segera ku letakan kue tartnya, dan segera ku raih Hp untuk menelepon seseorang.

“Malam  Mrs. Loly…. Sudah tidur kah  dikau?” tanyaku dengan manja.

“m..m..  eh kamu… Mr. PoP  ada apa… ga biasanya kamu jam segini telpun…” jawab dia dengan malas..

“kamu bisa keluar rumah gag…. Aku ada di depan pintu gerbangmu…”  kataku dengan pelan.

“hah, serius lho… ngapain disana??? Kurang kerjaan lo….” jawab dia, dengan sedikit kaget.

“udah, jangan banyak tanya… cepet keluar.. bisa-bisa ku masuk angin nie”

“oke .. oke.. tunggu bentar…. Aku segera keluar…”  jawab dia, dengan tergesa-gesa.

Setelah ku tunggu lima menit belum juga nongol, bikin BT juga nih…

“Kring…. Kring…. Kring..” Hp ku bordering

“iya ada apa lagi, mana kamu.. kok kamu ga keluar-luar… aku dah kedinginan nie.. “ 

“apanya gag keluar…. Coba kamu sekarang balikan badannya… aku tuh di rumah nomor 3A.. sebrangnya 3B… dasar… MR. PoP..” 

Ealah… ternyata ku salah rumah… sorryyy….

Segera ku bergegas menuju rumah No 3A  disana sosok  wanita cantik sudah menunggu dengan wajah “berantakan” hehe…

“hehe.. maaf..  Mrs Loly… selamat ulang tahun yah….” Sambil ku sodorkan kue tar ke hadapannya.

“oh ya ampun… pradu… kamu tuh….” Belum sempat  meneruskan  perkataannya.. tiba-tiba angin malam berhembus kuat dan mematikan lilinnya….

“what…. Apinya mati…..,, praduuuu…  terus gimana aku bisa make a whise??” rengek dia sambil menunjuk-nunjuk kue tartnya….

“aduh…. Korek Apinya di bawa Chrisna….. “ celotehku dengan panik, sambil merogoh saku baju dan saku celanaku…. 

Namun disaat aku sedang panic ……“CUP…………..” tiba-tiba  kecupan  yang hangat mendarat di keningku….

“Terima kasih ya Pradu…. Kamu selalu bisa membuat ku terkejut”…

itulah hari ulang tahun terakhir, yang dapat kami rayakan bersama 
11 Maret 2011

---00O00---


Tak terasa air mata meleleh di pipiku, dan aku baru sadari sudah 2 tahun lamanya kau meninggalkan aku…  Kadang aku iri… sungguh  beruntungnya  dirimu disana… dapat berkumpul dengan kedua orang tuamu… yang sudah mendahului kamu dengan tenang…

Sementara aku disini, seperti boneka kayu… yang rapuh…. Dalam kesendirian….

Aku disini hanya bisa melihat bintang…. Berharap  kau… ada disalah satu diantara jutaan bintang yang bertaburan di langit sana???

Apakah kau disana.. juga merasakan rindu, seperti yang aku rasakan????

Ataukah kau disana sudah melupakanku….  Berada dalam kedamaian bersama tuhan yang satu…

Yang pasti… .. jika kau ada disurga… aku berharap.. surga itu memiliki langit yang sama seperti yang kulihat di Bumi ini….. sehingga  kau  bisa menerima  rangkaian pesanku melalui  gugusan bintang Utara…

“Selamat Ulang tahun…. Mrs. Loly  dari seseorang  yang  sangat mengasihimu .. Mr. PoP”

---00O00--

 

“Kehidupan ini seperti pensil dan penghapus. Biarkan  saya  menulis rencana saya  dengan pensil, dan jika ada yang salah biarkan tuhan menghapusnya.  Dan sesungguhnya itulah yang terbaik untuk saya”



===== Kaya Gambar, Kaya Makna, Kaya Berita ===== 
 
Penulis:
Franes Pradusuara
 
Editor team media1visi




Kamis, 08 November 2012

Seorang Pria dan Matahari





  
D
i sebuah Kedai Kopi dekat Taman Kota, Ada sepasang muda mudi sedang duduk berdua menikmati secangkir kopi panas....

si wanita memulai percakapan:
“dear, kalo aku jadi bunga, kamu mau jadi apa?? sambil tersenyum...

terus si pria menjawab dengan egoisnya:
“aku hanya ingin jadi matahari..."

si wanita sedikit aneh mendengar itu:
“terus, kalo aku jadi rembulan.... kamu mau jadi apa??

si pria masih dengan egoisnya menjawab:
“aku masih tetap menjadi matahari....."

terus si wanita itu meletakan cangkir kopinya dan melihat prianya dengan seksama, pria yang selama ini telah berpacaran dengannya selama 2 tahun:
“terus, kalo aku jadi burung phionix, kamu mau jadi apa???”

si pria menjawab dengan sedikit keras:
“sampai kapan pun aku akan tetap menjadi matahari....”

mendengar hal itu si wanita beranjak bangun dari tempat duduknya, dan berkata :
“ sungguh, aku merasa tidak percaya, disaat orang lain mau jadi kupu-kupu untuk sang bunga, kamu malah mau jadi matahari... terus disaat pria lain ingin menjadi bintang untuk rembulannya, kamu malah mau jadi matahari..... dan sekarang disaat pria lain mau jadi sangkar emas untuk burung pionix, kamu malah tetep egois menjadi matahari..... aku ga ngerti dengan sikap kamu.... gak ada romantic-romantisnya"
sambil bergegas pergi meninggalkan pria pasangannya, tanpa mendengarkan alasannya. Dan itu adalah percakapan terakhir mereka.....

-----ooOoo----


E
nam tahun kemudian, si wanita itu pergi mengunjungi rumah orang tuanya, untuk mempertemukan anak laki-lakinya yang kangen dengan kakek dan neneknya....

seperti biasa mereka berkumpul dengan akrab di ruang keluarga, disela kebahagiaan itu, anak laki-lakinya bertanya pada kakeknya:
“nenek, kenapa mau hidup bersama kakek sampai setua ini...???” (mendengar pertanyaan itu semua spontan tertawa...)
Terus si kakek merangkul cucunya dan berkata:
“hahaha ada rahasia nya.... supaya bisa membuat nenekmu mau hidup bersama kakek.....”
“Pertama. kalau wanitamu menjadi bunga... maka kau harus menjadi mataharinya... karena mataharilah yang bisa membuat bunga tetap hidup dan mekar.. hal itu menunjukan sebuah ketulusan kasih.”
“Ke dua, jika wanita mu menjadi rembulan, maka kau harus tetap menjadi matahari.... karena keindahan rembulan adalah pantulan dari sinar terang mu..... hal itu menunjukan pengorbana”
“Terus ke tiga, jika wanitamu ingin menjadi burung api pionix, maka jadilah kau mataharinya.... karena sesungguhnya matahari adalah tempat tercipta dan matinya burung phionix.. hal ini menunjukan sebuah kesetiaan......"
Mendengar itu si wanita langsung bergegas pergi keluar rumah sambil membawa payung dan menembus deras nya hujan menuju taman kota yang sudah tidak dia kunjungi selama 6 tahun ini.....

Sesampainya disana tidak ada seorangpun didapatinya. Setelah berdiri kurang lebih 30 menit, dia melihat ada seorang penjaga taman yang sedang menaruh secangkir kopi hangat di meja persis tempat wanita itu meninggalkan pria cinta pertamanya......

Terus dia berlari menuju meja itu dan segera bertanya kepada penjaga taman itu :
 “Selamat sore, apakah anda sedang menyajikan kopi untuk seorang pria yang bertubuh tegap yang beberapa tahun yang lalu sering berkunjung ke taman ini bersama seorang wanita??”

penjaga taman menjawab:
“ia, nona... saya selalu melakukannya.."

wanita ituh bertanya lagi:
“Lalu kemana dia sekarang??"

terus penjaga ituh bilang:
“tunggulah disini, sambil mengulurkan secangkir kopi lagih untuk si wanita"

dengan pandangan penuh antusias si wanita segera duduk dan berharap bertemu dengan pria yang pernah ia tinggalkan 6 tahunlalu di taman ini....

satu jam, dua jam, tiga jam, empat jam, lima jam,....
Pria yang di tunggu wanita itu tak kunjung datang juga, si wanita kesal merasa dipermainkan si penjaga taman.. lalu dia berdiri dan berkata keras ke penjaga taman, :
“anda berhasil mengerjai saya dengan menunggu pria itu sampai 5 jam.. apa anda tidak merasakan disini sangat dingin...!!!”

Setelah selesai berbicara ituh, si wanita membalikan badan dan bergegas pergi..
Tapi sebelum hal itu dilakukan, si penjaga taman itu, segera berkata:
“Benarkah anda merasa kedinginan, padahal anda baru menunggu selama 5 jam.... padahal kalau anda tau, si pria itu menunggu anda selama Lima tahun setiap sore disini... Satu tahun terakhir ini dia tidak kembali dan saya mendengar dia tertabrak mobil saat dia pulang dari taman.. dia sekarang sudah meninggal......, andai anda kesini Satu Tahun lebih awal, mungkin kedinginan anda akan ada hasilnya...... dia adalah pria yang bertahan dengan egoisnya untuk wanita yang di kasihinya.........”
Mendengar itu si wanita langsung terjatuh dan menangis..... karena dia sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi 6 tahun yang lalu.... yang semakin membuat dia merasa bersalah adalah karena dia belum sempat mengucapkan selamat ulang tahun.. Pada pria itu, saat dia meninggalkannya........






“Ungkap Kan lah Kebahagiaanmu  itu,
Sebelum Berubah Menjadi Kesedihanmu”

===== Kaya Gambar, Kaya Makna, Kaya Berita ===== 
 
Penulis:
Franes Pradusuara
 
Editor team media1visi